.

.

Pages

ASSESSMENT CENTERED TEACHING (Pengajaran Yang Dipusatkan Pada Penilaian)



Tanyakan kepada para guru bagaimana cara mereka mengajar, tanggapan mereka biasanya hanya mengenai kegiatan yang mereka lakukan dengan para siswa, terkait dengan apa yang ingin para siswa pelajari. Seringkali berhubungan dengan pernyataan standar, dan
materi-materi pengajaran ataupun sumber-sumber lain yang mereka gunakan. Strategi penilaian sering luput dari perhatian yang guru sebutkan. Seringkali penilaian, paling bagus, hanyalah hasil renungan dari sebuah pengajaran (Popham:2008). Jika menyebutkan mengenai penilaian, para guru biasanya menjelaskan bagaimana usaha mereka untuk mengatasi ujian negara atau bagaimana mereka menyelesaiakan pertanyaan-pertanyaan pada ujian akhir mereka. Sangat jarang bahwa penilaian disebutkan sebagai usaha mengkritisa elemen dari pengajaran sekaligus sebagai dasar keputusan melaksanakan pengajaran.
Pandangan kita tentang ACT berlawanan dengan para guru di atas. ACT selalu menyebutkan bahwa penilaian adalah bagian yang penting dalam kegiatan praktek mengajar. Mereka tidak dapat memberikan pengajaran tanpa mempertimbangkan bagaimana mereka menggunakan strategi dan alat-alat penilaian untuk memadukan informasi tentang apa yang telah siswa ketahui, serta bagaimana hal itu dibutuhkan untuk pengajaran selanjutnya.
ACT merupakan hasil kombinasi antara praktek mengajar terbaik dengan praktek penilaian terbaik. Hal itu dibangun berdasarkan prinsip, bahwa para guru perlu memadukan semua pengetahuan mengajar mereka tentang penilaian untuk memutuskan suatu pengajaran yang efektif. Guru tidak hanya mengandalkan pengetahuan mereka untuk mengisi strategi pengajaran dan merencanakan materi pengajaran serta mengembangkan pengalaman belajar yang tepat, tapi mereka juga harus mengandalkan pengetahuan mereka tentang kualitas praktek penilaian untuk membuat/merancang metode-metode penerjemahan dari informasi yang terkumpul tentang apa yang siswa pahami.
ACT memahami bahwa pada dasarnya antara penilaian dan pengajaran merupakan dua sisi mata uang. Untuk mengarahkan perubahan paradigma terhadap ACT,  CAESL mengembangkan sebuah kerangka kerja untuk meningkatkan kualitas penilaian, dimana tim kami yang terdiri dari para peneliti dan pengembang profesional memodifikasi dan menciptakan kerangka kerja ACT. Seperti yang kita ketahui di bab 1, Yvette berhasil merubah pandangan tentang penilaian dan praktek penilaian melalui kajian dari pengalamannya. Setelah tiga tahun partisipasi, pelaksanaan dan releksinya, Yvette memahami secara mendalam hubungan antara kurikulum, pengajaran dan penilaian, dus visi pendekatan penilaian yang dibentuknya dari penilaian yang berpusat pada kelas.
Kisah Yvette di atas memberi gambaran tentang perubahan yang sedang mulai kita kerjakan. Di samping berfokus pada pengajaran, Yvette membangun sebuah udaya, bahwa guru tidak haya berfokus pada pengajaran tetapi juga berpegang pada penilaian. Apa saja yang dikemukakan berikut ini merupakan pemikiran dasar, bahwa dimungkinkan terjadi perubahan sebagaimana yang ia ketahui dan laksanakan.

B.  KERANGKA KERJA ACT
Model pengembangan profesional kami membantu para guru untuk memahami, bahwa pengetahuan dasar ini diperlukan untuk melaksanakan pengajaran serta penilaian yang berkualitas. Meskipun kebiasaan tentang pengetahuan ini penting, tetapi tidak cukup merubah praktik penilaian para guru. Dengan penelitian yang dilakukan oleh tim, kami mulai mengetahui pengaruh antara pengetahuan tentang penilaian dengan prakteknya, dan hasilnya telah membantu para guru untuk menempatkan penilaian pada garis depan dari pemikiran mereka. Kerangka ACT memberikan hasil kerja penelitian. CAESL dan praktisi yang mencoba untuk memahami secara lebih baik kualitas komponen-komponen kualitas sistem penilaian di sebuah kelas.


Kerangka kerja ACT terdiri dari dua komponen yang saling berkaiatan; yaitu: segitiga untuk penilaian pengetahuan dan lingkaran untuk penilaian pengajaran. Segitiga menampilkan penilaian pengetahuan, yang kita kenal paling diperhatikan guru. Ini terdiri dari tiga label: 1. kualitas yang ingin dicapai dalam pembelajaran dan kemajuan para siswa, 2. peralatan yang berkualitas, dan 2. penggunaannya secara berkualitas, sebagaimana yang ditunjukkan oleh dua garis/anak panah yang menunjukan kesejajarannya. Lingkaran ditengah menunjukkan praktek penilaian dan menjelaskan hubungan antara perhatian murid dalam pengajaran, penilaian terhadap apa yang terjadi dan apa yang dipelajari dan kemudian memperhatikan kembali perhatian murid dalam pengajaran berdasarkan bukti-bukti penilaian yang dilakukan. Hal itu menunjukkan apa yang tejadi di kelas ketika guru menggunakan ACT.
Kerangka kerja juga membantu kita memahami pentingnya keselarasan, dimana tidak hanya hasil pengetahuan yang tampak tetapi juga antara kedua unsur kunci ACT; yaitu penilaian pengetahuan (dalam segitiga) dan praktek penilaian (dalam lingkaran). Untuk memahami dengan lebih baik kunci-kunci elemen tersebut kami menyediakan penjelasan singkat bagi para guru untuk memikirkan hal-hal tersebut, baik terhadap pengetahuan penilaian dan praktek penilaian, yang secara lebih detailnya tersebar di keseluruhan isi buku.