.

.

Pages

Cerpen Pengalaman Pribadi

Ini merupakan pengalaman pribadi, siswaku yang tadinya aku kira anak yang selalu ceria. Dibalik keceriaannya terdapat kesedihan yang diungkapnya melalui sebuah cerpen tentang pengalaman pribadi dari Tugas Bahasa Indonesia di Sekolah. Inilah cerpennya...


NENEKKU KEBANGGAANKU


    2013 merupakan tahun kelam yang hadir di dalm kehidupanku. Dimana, seorang pemberi motivasi, dukungan, serta kata-kata bijaksana yang membuat diriku seperti sekarang ini adalah nenekku. Di awal bulan Janiari 2013 nenekku yang paling aku sayangi mengalami pembekakan pada tangannya kirinya.  Nenekku menjalani pengobatan alternatif dan pengobatan dokter, setelah nenek berkonsultasi dengan keluarga tentang penyakitnya ini.  Namun beberapa bulan kemudian, penyakit yang di deritanya tak kunjung sembuh namun semakin bertambah parah, hingga keluarga besarku menjadi semakin khawatir dengan keadaaan nenek. Keluarga besarku selalu mencari solusi yang tepat untuk kesembuhan nenek.
    Azan subuhpun datang, seperti biasa aku bangun dari nyenyakku, untuk mengambil wudlu. Shalat subuh telah aku lakukan, dengan do’a untuk kesembuhan nenek. Akupun memulai hari dengan kesedihan dengan keadaan nenek yang semakin memburuk. Aku selalu berdoa di dalam hati “ Tuhan kuserahkan penyakit kesembuhan nenekku ini kepadamu, dengan usaha yang telah dilakukan oleh keluarga besarku untuk kesembuhan nenek, hanya kepadamu kami berserah diri.


    Kemudian aku bergegas  ke sekolah, untuk melaksanakan aktivitas yang biasanya. Sekolah telah selesai.. Kamipun gembira. Kecuali diriku yang dipenuhi ratapan kesedihan yang selalu membayangi kehidupanku. Aku bertambah sedih karena mendapatkan kabar bahwa nenek di bawa ke Rumah sakit. Dengan langkah cepat akupun menuju  Rumah sakit untuk melihat keadaan nenek. Namun, sesampainya di Ruang ACU, hatiku, hancur lebur melihat keadaan nenek yang lemah tak berdaya, keadaan semakin memburuk. Hancur..hancur..hancur.. melihat nenek yang sebagian hidupnya telah merawatku dan memberi dukungan sepenuhnya kepadaku.
    Shalat asharpun telah tiba, aku dan keluargaku shalat berjamaah seraya mendoakan nenek agar segera sembuh dari penyakitnya. Aku berdoa kepada tuhan “ Tuhan tolonglah engkau berikan kesembuhan kepada nenekku, aku ingin dia hidup tuhan”. Setelah itu aku menuju ke ruangan nenek untuk melihat kondisinya. Namun nenek belum sadarkan diri, aku menangis melihat keadaannya. Tak lama kemudian nenek sadar juga, aku sangat gembira, karena tuhan mendengarkan doaku. Terimakasih Tuhann...
    Sebelum nenek pergi meninggalkan dunia yang penuh dengan keindahan ini. Nenek sempat memberi semubuah amanatnya untuk diriku “ Jaga dirimu baik-baik dan tetap tersenyum, Ikhsan kamu adalah harapan keluarga yang akan membangkitkan keluargamu dari kegelapan kemiskinan yang menimpa keluargamu. 
    Tepat Seminggu sebelum Ramadhan tahun lalu, nenek dipanggil yang maha kuasa. Cucuran air matapun membasahi kematian nenek yang telah memberikan arti kehidupan yang sebenarnya. Diujung hayatnya kata-kata yang telah keluar dari mulutnya selalu aku ingat sebagai kenang-kenangan di dalam kehidupan yang harus ku jalani.
Kau lah Kebanggaanku Nenek....

By :
Ikhsan Febriyan (KLS XH) SMA Negeri I Sungai Penuh Jambi