.

.

Pages

Danau Kaco sebagai Aquarium Alam Sakti Alam Kerinci

Danau kaco
  Tanggal 21 September lalu saya bersama adik-adik berkesempatan datang mengunjungi salah satu objek wisata yang sangat  terindah di Kabupaten Kerinci. Letaknya di
Desa Lempur kecamatan Gunung Raya Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi. Dengan kendaraan bermotor kami berangkat dari desa saya tinggal yaitu desa Kubang Kecamatan Depati Tujuh Kab. Kerinci. 
    Kali ini saya akan ceritakan perjalanan saya menuju keindahan yang diciptakan yang maha kuasa yaitu Danau Kaco. Saya, Anggi, Lola, Meki dan Indah inilah rombongan kami berangkat, mereka semua adik-adik saya. Lola dan indah masih pelajar SMP dan SMK dan Meki, Anggi mereka ini baru saja menyelesaikan S1 nya.  Ternyata kami semua memiliki hoby yang sama yaitu menjelajahi alam.
   Dari desa saya tinggal kami berangkat  jam 8.30 Wib pagi menggunakan kendaraan bermotor dan sampai di desa Lempur  Jam 10.00 Wib. ini merupakan perjalanan yang santai karena kami banyak berenti untuk melihat pemandangan-pemandangan yang indah di sepanjang jalan menuju desa Lempur. Saya baru menyadari ternyata Desa Lempur yang baru saya kunjungi ini sangat indah. Desanya dikelilingi bukit-bukit dan memiliki namyak objek wisata alam dan sejarah. Diantaranya Masjid Kuno Lempur mudik, Danau Duo, Danau Lingkat, Danau Nyalo, Danau Kecik, Danau Kaco dan sebagainya.
    Sesampai di parkiran Danau Kaco kami temui Tugu Bersejarah yaitu Benteng Depati Parbo, benteng tersebut berbentuk tugu yang terdapat gambar bambu dan bagian atasnya gambar keris. Menurut informasi tugu ini merupakan tempat berperangnya masyarakat Kerinci yang dipimpin oleh Depati Parbo beliau adalah Pahlawan Kerinci, melawan Belanda. Pada zaman itu Belanda masuk dari derah Bengkulu yaitu dari daerah Muko-muko.  Oleh masyarakat setempat untuk mengenang perjuangan masyarakat tersebut maka didirikanlah tugu tersebut.
    Di sana kami disambut baik oleh masyarakat di sana sebagai parkir, kami membayar parkir Rp. 5000 satu buah motor dan tiket masuk ke Danau Kaco yang disebut oleh petugasnya uang kebersihan Rp. 10.000/ orang.  Dari sana kami melanjutkan perjalanan Menuju Danau Kaco dengan berjalan Kaki. Lumayan pertama jalannya agak mendaki menelusuri jalan setapak, keringatpun mulai keluar. Sambil bercerita dan makan snack yang kami bawa, tidak terasa 1 jam perjalanan kami sampai di shelter I.  Disini kami istirahat, mengendorkan urat-urat kaki, sekalian juga berfoto-foto. Hehe..  Sekitar 15 menit kami beristirahat, kamipun melanjutkan perjalanan. Disini mulai jalan semakin sempit dan becek, kamipun harus hati-hati. Kabarnya disini banyak pacet, namun alhamdulillah selama di perjalanan tidak ada yang kena.
    Tanpa terasa 1 jam perjalanan  kami sampai di shelter 2, disini kami istirahat selama 15 menit. Kami melanjutkan perjalanan , selama di perjalanan kami temui sungai-sungai kecil dan hutan bambu yang sangat indah. Setelah itu kami menyebrangi sungai  yang airnya bening sekali. Sambil melepaskan sepatu, kami bercanada bergurau sambil bermain air, ingat waktu kecil suka mandi di sungai di belakang rumah.  Sekitar 30 menit perjalanan, kondisi tubuh semakin lelah, namun semangat tetap kuat, melihat keatas, awan semakin gelap pertanda hujan akan turun. Benar sekali hujan turun, kamipun mengeluarkan jas hujan plastik yang kami bawa, kami sengaja membawa jas hujan plastik yang ringan agar mudah di bawa. Tanpa terasa di jalan yang menanjak di tengah hujan kami terdiam dan terpana melihat sebuah telaga yang indah sekali, warnanya biru, berukuran kecil terlihat dari atas. Dari batinku berkata mungkin ini dia danau kaco, yang sering aku lihat di foto-foto.  Ya, ternyata benar, kami berteriak sambil mengucapkan Alhamdulillah akhirnya sampai di tempat ini. Sambil turun menuju danau ini, di sebelah kiri danau ada sebuah tenda. Itu merupakan tenda Regi, Wido, Andi dan teman-temannya, yang bermalam di tempat ini, mereka juga adek sepupu saya.
    Hujan semakin lebat, kami sempat kecewa karena tidak dapat mengabadikan moment  yang indah ini. Kamipun duduk sambil memandang keindahan danau yang biru yang  dihiasi dengan rintik hujan. Pengunjung-pengunjung yang lain juga ikut merasakan indah danau kaco dengan mandi hujan sambil berenang di danau kaco. Di dalam hati saya berdoa semoga hujan kembali reda memberi kesempatan untuk kami dapat berfoto di danau ini. Tiga Puluh menitpun berlalu  matahari mulai terlihat, dan hujan semakin reda, disinilah kami dapat melanjutkan atraksi kami ber selfe ria dengan adik-adik.  Wawww.... bener danau ini memancarkan cahaya seperti kaca, kebeningannya membuat kita dapat melihat ikan-ikan semah yang berenang  di dalamnya. Ikan ini liar, menurut kabarnya, ikan ini sangat susah di tangkap. Tak salah lagi orang menyebut danau ini aquarium alam. Di ujung danau terdapat sebuah air terjun kecil yang mengalir ke danau.
Waktupun semakin berlalu, tidak terasa jam sudah menunjukkan jam 15.00 wib. Kamipun melanjutkan perjalanan pulang, hujan kembali datang, dengan hati-hati kami menelusuri hutan adat desa Lempur ini. Sepanjang jalan, sudah  mulai rombongan terjatuh karena jalan yang becek. Namun dengan semangat dan keinginan yang kuat kami sampai di parkiran danau kaco pada pukul 17.00 lebih cepat dari waktu berangkat tadi. Sesampai di parkiran ternyata motor-motor masih ada dijaga dengan setia oleh penjaga parkirnya. Kami lanjutkan perjalanan pulang.
    Ini merupakan pengalaman yang luar biasa, melihat danau yang sangat indah, disini saya semakin mencintai alam ini, disini saya semakin bersyukur atas karunia yang diberikan oleh yang maha kuasa, dan disini saya semakin bersemangat untuk melestarikan, menjaga dan mempromosikan wisata alam yang adi di Kerinci ini.
Saya berharap tulisan ini dapat menginsprimasikan pembaca agar selalu mencintai alam yang Tuhan titipkan kepada kita semua. Salam Lestari..

0 komentar:

Post a Comment