.

.

Pages

Juara 2 Film Pendek Guru

Gebyar TIK Jambi 2016

Guru Seni Berprestasi 2015

Guru SMA Negeri I Sungai Penuh Raih Guru Seni Berprestasi pada Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI) 2015

Objek Wisata Kerinci

Alam sakti yang dikelilingi oleh perbukitan dan memiliki wisata alam yang sangat indah.

Cerita Rakyat Masyarakat Kerinci Jambi

      Di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi memiliki berbagai cerita rakyat yang berkembang secara turun temurun diantaranya adalah :

Dari Kecamatan Gunung Kerinci :
  1. Njik Kileng
  2. Enjik Sakilek
  3. Tupai Janjang
  4. Gambang Malin Dewa

Sungai Penuh
  1. Bujang Buye
  2. Silsilah Raja Kita
  3. Nalila
  4. Bujang Suanggau
  5. Si Panggung dan Si Pegu

Kecamatan Sitinjau Laut
  1. Puteri Bungsu Rindu Kesian
  2. Semegang Tunggal
  3. Orang Muda Si Jaru Pantang
  4. Puteri Kemilau Emas


Kecamatan Air Hangat
  1. Asal Usul Pendung
  2. Rajo Alam

Kecamatan Danau Kerinci
  1. Burung Kuwau
  2. Si Kemba Paya
  3. Siyo-siyo kau tupai
  4. Si Jaru Panta
  5. Puti Lumo dengan Puti Cikkettung. 


Sumber :
Pusat Pembinaan da Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebidayaan. (1985). Struktur Sastra Lisan Kerinci. Jakarta

Bersama Mahasiswa STKIP-M Wilayah Jambi di Sungai Penuh


    Bersama TIM Paduan Suara STKIP-M Wilayah Jambi di Sungai Penuh. Di acara wisuda STKIP Januari 2016.

503 Daftar Sekolah dengan Indeks Integritas Tertinggi (21 Desember 2015)

503 Daftar Sekolah dengan Indeks Integritas Tertinggi  Silakan di Klik di SINI atau http://118.98.234.102/sites/default/files/503%20Daftar%20Sekolah%20dengan%20Indeks%20Integritas%20Tertinggi.pdf

Sumber: http://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2015/12/503-daftar-sekolah-dengan-indeks-integritas-tertinggi--4942-4942

Kunjungan TIM ADIWIYATA SMA Negeri I Sungai Penuh ke Sekolah ADIWIYATA Tingkat Nasional Kota Sungai Penuh.


Produk Daur Ulang Karya Siswa MTsN Model Kota Sungai Penuh
       Tadi siang, 18 Februari 2016, kami TIM Adiwiyata SMA Negeri I Sungai Penuh, berkesempatan hadir mengunjungi sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional yaitu MTsN Model Kota Sungai Penuh. Banyak hal yang telah diperoleh dalam mengunjungi sekolah ini. Mulai masuk pintu gerbang kami di sambut dengan satpam yang sangat ramah, ditambah terlihat pemandangan sekolah yang sangat asri dan indah. Selanjutnya kami juga disambut para guru, kepala sekolah yang sangat ramah dengan kedatangan kami. Mereka  dengan senang menjelaskan kepada kami tentang sekolahnya. Tanpa keberatan, terlihat keiklasan mereka mengantarkan kami  mengelilingi lingkungan sekolahnya dan berbagi ilmu dan pengetahuan kepada kami.
      Banyak hal yang diperoleh dari kunjungan ini. Yang sangat berkesan juga, kami mengunjungi galeri penyimpanan karya siswa-siswa mereka. Satu yang sangat menarik yaitu mencoba dan mengambil gambar ketika mengenakan pakaian dari produk daur ulang. Ini sangat menarik. Kratifitas yang sungguh luar biasa, mereka dapat membuat karya seindah ini, dengan warna dan desain  yang menarik pula.
      Semoga kunjungan kali ini dapat bermanfaat bagi kami TIM ADIWIYATA SMA Negeri I Sungai Penuh dan seluruh warga SMA Negeri I Sungai Penuh dalam mewujudkan sekolah ADIWIYATA.

Bersama Guru-Guru MTsN Model Kota Sungai Penuh

Sebagai Manager Siswaku XI IPS4 dalam SMANSA Futsal League 2016

    
     
     Nah... ini merupakan pengalaman yang sangat berharga sebagai guru dan sebagai wali kelas. Siswaku kelas XI IPS4 SMA Negeri I Sungai Penuh ini memiliki keunikan. Aku akan sedikit bercerita tentang mereka. Menghadapi siswa-siswa ku ini, bagiku adalah tantangan sebagai wali kelas. Aku tak akan mengatakan mereka adalah siswa yang nakal yang seperti banyak orang yang selalu saja mengecap bahwa siswa jurusan IPS. Bagiku mereka adalah anak-anak yang cerdas, yang memiliki kecerdasannya masing-masing. Memang ketika belajar mereka selalu mengeluarkan suara yang keras seperti sebagian guru mengatakannya, tapi itu wajar karena sebagian dari mereka memang memiliki bakat di bidang seni vocal, hheee.... yaa, ngak bisa diam... Ada lagi yang mengatakan mereka itu ngak bisa tenang di kelas, yaa bagiku itupun wajar, karena sebagian dari mereka memang memiliki bakat di bidang olah raga yang selalu banyak gerak. Hehhe... Bebrapa siswaku ini adalah atlet-atlet yang biasa mengikuti berbagai event perlombaan mewakili sekolah.  Jadi jangan heran, dengan bakat-bakat yang dimilikinya tersebut tentunya akan mempengaruhi cara belajarnya.
      Sebagai wali kelas aku bangga dengan mereka.. Beberapa waktu lalu mereka berhasil meraih juara III SMANSA Futsal League 2016 yang di adakan oleh OSIS SMA Negeri I Sungai Penuh, dari 34 kelas. Saya yang sebagai managernya, tentunya sangat terharu dengan usaha mereka. Tentu perjuangan mereka tidak mudah dalam mendapatkan penghargaan tersebut. Dengan bakat olah raganya mereka menjadi sehat, belajar dan melatih mereka menjadi  sportif, tanggungjawab, kerjasama, disiplin, dan banyak lagi yang lainnya. Sebelumnya mereka juga pernah memperoleh juara III Busana Muslim, dan Juara III lomba Nasyid dalam rangka acaa Maulid Nabi Muhammad SAW.  Walaupun juara III, mereka telah menunjukkan bahwa mereka juga memiliki kelebihan dan bakat seperti yang lainnya.
     Namun, bukan hanya di bidang seni dan olah raga saja mereka harus unggul, namun saya berharap mereka juga unggul di segala bidang lainnya. Ini tak mudah, karena dengan jumlah siswa 38 orang yang memiliki karakter yang berbeda, saya berharap saya sebagai walikelasnya nantinya akan mampu mengantarkan mereka sampai kenaikan kelas nanti. Keikhlasan, dan kesabaranlah yang dapat membantuku untuk membimbing mereka.
    Semoga kesuksesan bersama kalian anandaku sayang... semoga kelak kalian akan menjadi generasi penerus bangsa ini. Sukses selalu untuk kalian... J

TUGAS GURU YANG DAPAT DINILAI ANGKA KREDITNYA UNTUK KENAIKAN PANGKAT/JABATAN FUNGSIONAL GURU


A. Subunsur Pendidikan
1. Subunsur pendidikan mengikuti pendidikan formal dan memperoleh gelar/ijazah
  • Gelar/ijazah yang sesuai dengan bidang tugas guru: 100 untuk Ijazah S-1/Diploma IV; 150 untuk Ijazah S-2; atau 200 untuk Ijazah S-3. Angka kredit tersebut diperhitungkan sebagai unsur utama tugas guru. Apabila seseorang guru mempunyai gelar/ijazah lebih tinggi yang sesuai dengan sertifikat pendidik/keahlian dan bidang tugas yang diampu, maka angka kredit yang diberikan adalah sebesar selisih antara angka kredit yang pernah diberikan berdasarkan gelar/ijazah lama dengan angka kredit gelar/ijazah yang lebih tinggi tersebut. 
  • Bukti fisik yang dijadikan dasar penilaian adalah fotokopi ijazah yang disahkan oleh pejabat yang berwenang, yaitu dekan atau ketua sekolah tinggi atau direktur politeknik pada perguruan tinggi yang bersangkutan.
2. Subunsur mengikuti pelatihan prajabatan dan program induksi 
  • Sertifikat pelatihan prajabatan dan program induksi diberi angka kredit 3.
  • Bukti fisik keikutsertaan pelatihan prajabatan yang dijadikan dasar penilaian adalah fotokopi surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan (STTPP) prajabatan yang disahkan oleh kepala sekolah/madrasah yang bersangkutan. 
  • Bukti fisik keikutsertaan program induksi yang dijadikan dasar penilaian adalah fotokopi sertifikat program induksi yang disahkan oleh kepala  sekolah/madrasah yang bersangkutan.
B. Subunsur Pembelajaran/Pembimbingan Dan Tugas Tertentu 
Penilaian kinerja subunsur pembelajaran/pembimbingan dan tugas tambahan dilakukan dengan sistem paket.
1. Prinsip penilaian kinerja meliputi
  • Berdasarkan pada 4 domain kompetensi guru,yaitu kepribadian, pedagogik, profesional, dan sosial. 
  • Adil yaitu, penilaian kinerja memberlakukan syarat ketentuan dan prosedur yang sama  (sistem penilaian yang terstandar) pada semua guru yang dinilai. 
  • Obyektif yaitu, penilaian kinerja guru  dilaksanakan secara obyektif sesuai dengan kondisi guru yang sebenarnya pada saat guru melaksanakan tugas sehari hari. 
  • Akuntabel yaitu, hasil dari pelaksanaan penilaian kinerja guru dapat dipertanggungjawabkan. 
  • Membangun, penilaian kinerja harus bermanfaat bagi guru dalam rangka peningkatan kualitas kinerjanya. 
  • Transparan yaitu, proses penilaian kinerja guru yang memungkinkan bagi guru yang dinilai atau pihak lain yang memerlukan, memperoleh akses informasi atas penyelenggaraan penilaian tersebut. 
  • Berkelanjutan, penilaian dilaksanakan secara periodik dan berlangsung secara terus menerus sepanjang seseorang menjadi guru. 
  • Selain mengacu pada kompetensi guru, bagi guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah, wakil kepala sekolah/madrasah, kepala perpustakaan sekolah/madrasah, kepala laboratorium/ bengkel sekolah/madrasah, atau ketua program keahlian/program studi, penilaian kinerjanya juga mengacu pada standar kompetensi atau tugas pokok dan fungsi yang menjadi tugas tambahan guru tersebut. 
  • Selain mengacu pada kompetensi guru, bagi guru bimbingan konseling/konselor penilaian kinerjanya juga mengacu pada standar kompetensi konselor. 
2. Dasar penilaian kinerja
Secara umum aspek yang dinilai dalam pelaksanaan  tugas utama meliputi: 
  • Kinerja guru yang terkait dengan pelaksanaan proses pembelajaran meliputi kegiatan merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, mengevaluasi dan menilai, menganalisis hasil penilaian, dan melaksanakan tindak lanjut hasil penilaian.
  • Kinerja guru yang terkait dengan pelaksanaan proses pembimbingan meliputi kegiatan merencanakan dan melaksanakan pembimbingan, mengevaluasi dan menilai hasil bimbingan, menganalisis hasil evaluasi bimbingan, dan melaksanakan tindak lanjut hasil pembimbingan.  
  • Kinerja guru yang terkait dengan melaksanakan tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah meliputi aspek-aspek yang sesuai dengan kompetensi atau tugas pokok dan fungsinya. Tugas lain meliputi (1) menjadi kepala sekolah/madrasah per tahun; (2) menjadi wakil kepala sekolah/madrasah per tahun; (3) menjadi ketua program keahlian/ program studi atau yang sejenisnya; (4) menjadi kepala perpustakaan; (5) menjadi kepala laboratorium, bengkel, unit  produksi atau yang sejenisnya; (6) menjadi pembimbing khusus pada satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan inklusi, pendidikan terpadu atau yang sejenisnya; (7) menjadi wali kelas; (8) menyusun kurikulum pada satuan pendidikannya; (9) menjadi pengawas penilaian dan evaluasi terhadap  proses dan hasil belajar; (10) membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler; (11) menjadi pembimbing pada  penyusunan publikasi ilmiah dan karya inovatif; dan (12) melaksanakan pembimbingan pada  kelas yang menjadi tanggungjawabnya (khusus guru kelas); meliputi aspek perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengembangan/ tindaklanjut. 
  • Pelaksanaan penilaian kinerja guru dilakukan menggunakan instrumen penilaian kinerja guru yang terdiri dari: (1) Lembar Pernyataan  Kompetensi, Indikator, dan Cara Penilaian Kinerja Guru; (2) Laporan dan Evaluasi Penilaian Kinerja Guru; (3) Rekap Hasil Penilaian Kinerja Guru; dan (4) Instrumen Pelaksanaan Tugas Lain (kepala sekolah/madrasah, wakil kepala sekolah/madrasah, kepala perpustakaan, kepala laboratorium, kepala bengkel, kepala unit produksi atau yang sejenisnya). 
  • Penilaian kinerja guru pada pelaksanaan pembelajaran dilakukan di dalam kelas (untuk kegiatan yang dapat diamati) dan di luar kelas (untuk kegiatan yang tidak dapat diamati di dalam kelas). Kegiatan yang tidak dapat diamati di dalam kelas misalnya: penyusunan silabus, RPP, pengembangan kurikulum, tingkat kehadiran guru di kelas, praktik pembelajaran di luar kelas/sekolah/madrasah dan sebagainya. Untuk semua kegiatan yang dilakukan guru, baik yang dapat diamati di dalam kelas maupun yang tidak dapat diamati, penilai kinerja guru wajib  melampirkan bukti-bukti fisik yang berupa dokumen. 
3. Penilaian kinerja guru dari subunsur pelaksanaan proses pembelajaran/ pembimbingan
a. Penilaian kinerja guru, subunsur pelaksanaan proses pembelajaran/ pembimbingan, dan tugas tambahan yang relevan sebagai berikut.
  • Penilaian kinerja guru dari subunsur proses pembelajaran/ pembimbingan dan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi  sekolah/madrasah didasarkan atas aspek  kualitas, kuantitas, waktu dan/atau biaya, yang dilaksanakan secara obyektif dan berkelanjutan. 
  • Penilaian kinerja guru dari subunsur proses pembelajaran/ pembimbingan mengacu pada4 domain kompetensi (pedagogik, sosial,  profesional, dan kepribadian) dalam sistem paket menggunakan instrumen penilaian kinerja guru (PK Guru) dengan skala nilai 1 sampai dengan 4 sebagaimana tercantum pada Format 1. 
  • Penilaian didasarkan Sistem paket meliputi subunsur melaksanakan proses pembelajaran/pembimbingan dan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah. Angka kreditnya dihitung sebagai berikut:  (a) Penilaian proses pembelajaran/pembimbingan mencakup aspek perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran/pembimbingan, evaluasi dan penilaian, analisis hasil penilaian, dan pelaksanaan tindak lanjut hasil penilaian. (b) Penilaian pelaksanaan tugas tambahan atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah mencakup aspek-aspek yang sesuai dengan kompetensi atau tugas pokok dan fungsinya. (c) Penilaian kinerja guru dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dengan menggunakan instrumen penilaian kinerja guru dan wajib dilakukan setiap tahun. (d) Penilaian kinerja guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah/madrasah dilakukan oleh pengawas sekolah/madrasah yang relevan dengan menggunaan instrumen Penilaian Kinerja Guru (PK Guru) dan Instrumen Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS). Penilaian kinerja guru yang diberi tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah dilakukan oleh kepala  sekolah/madrasah dengan aturan yang telah ditetapkan.
  • Penilaian kinerja dengan sistem paket menggunakan instrumen PK Guru subunsur pembelajaran atau pembimbingan. PK Guru untuk subunsur pembelajaran memiliki nilai tertinggi 56 (=14x4) dan nilai terendah 14 (=14x1), sedangkan nilai tertinggi untuk subunsur pembimbingan 68 (=17x4) dan nilai terendah 17 (=17x1). Nilai perolehan dari PK Guru ini dikonversikan ke dalam skala nilai menurut Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 dengan rumus sebagai berikut. PK Guru subunsur pembelajaran: NK = NPKG/56 x 100 Keterangan:  NK : Nilai Kinerja hasil konversi, adalah nilai yang sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009  NPKG : Nilai Penilaian Kinerja Guru adalah nilai yang diberikan oleh penilai terhadap kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan instrument PK Guru.

C. Subunsur Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan 
Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan  Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya yang dimaksudkan pengembangan  keprofesian berkelanjutan adalah pengembangan kompetensi guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap, berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya. Guru Pertama dengan pangkat Penata Muda golongan ruang III/a sampai dengan Guru Utama dengan pangkat Pembina Utama golongan ruang IV/e wajib melaksanakan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan, yaitu pengembangan diri,  publikasi ilmiah, dan/atau pengembangan karya inovatif. 
Jenis kegiatan untuk pengembangan keprofesian berkelanjutan meliputi diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Pengembangan diri
a. Diklat fungsional; 
b. Kegiatan kolektif guru.

2. Publikasi ilmiah 
a. Publikasi ilmiah hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal:
b. Publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan dan pedoman guru:

3. Karya inovatif 
a. Menemukan teknologi tepat guna;
b. Menemukan atau menciptakan karya seni;
c. Membuat atau memodifikasi alat pelajaran; dan
d. Mengikuti pengembangan penyusunan standar,  pedoman, soal, dan sejenisnya.

Persyaratan/angka kredit minimal bagi guru yang akan  naik jabatan/pangkat dari subunsur Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan untuk masing-masing pangkat/golongan adalah sebagai berikut:
  • Guru golongan III/a ke golongan III/b, subunsur pengembangan diri sebesar 3 (tiga) angka kredit.
  • Guru golongan III/b ke golongan III/c, subunsur pengembangan diri sebesar 3 (tiga) angka kredit, dan subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatifsebesar 4 (empat) angka kredit. 
  • Guru golongan III/c ke golongan III/d, subunsurpengembangan diri sebesar 3 (tiga) angka kredit, dan subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif sebesar 6 (enam) angka kredit. 
  • Guru golongan III/d ke golongan IV/a, subunsur pengembangan diri sebesar 4 (empat) angka kredit dan subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif sebesar 8 (delapan) angka kredit. Bagi guru golongan tersebut sekurang-kurangnya mempunyai 1 (satu) laporan hasil penelitian dari subunsur publikasi ilmiah. 
  • Guru golongan IV/a ke golongan IV/b, subunsur pengembangan diri sebesar 4 (empat) angka kredit dan subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif  sebesar 12 (dua belas) angka kredit. Bagi guru golongan tersebut, sekurang-kurangnya mempunyai 1 (satu) laporan hasil penelitian dan 1 (satu) artikel yang dimuat di jurnal yang ber-ISSN. 
  • Guru golongan IV/b ke golongan IV/c, subunsur pengembangan diri sebesar 4 (empat) angka kredit dan subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif sebesar 12 (dua belas) angka kredit. Bagi guru golongan tersebut, sekurang-kurangnya mempunyai 1 (satu) laporan hasil penelitian dan 1 (satu) artikel yang dimuat di jurnal yang ber-ISSN. 
  • Guru golongan IV/c ke golongan IV/d, subunsur pengembangan diri sebesar 5 (lima) angka kredit dan subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif sebesar 14 (empat belas) angka kredit. Bagi guru golongan tersebut, sekurang-kurangnya dari subunsur publikasi ilmiah mempunyai 1 (satu) laporan hasil penelitian dan 1 (satu) artikel yang dimuat di jurnal yang ber ISSN serta 1 (satu) buku pelajaran atau buku pendidikan yang ber ISBN. 
  • Guru golongan IV/d ke golongan IV/e, subunsur pengembangan diri sebesar 5 (lima) angka kredit dan subunsur publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif sebesar 20 (dua puluh) angka kredit. Bagi guru  golongan tersebut, sekurang-kurangnya dari subunsur publikasi ilmiah mempunyai 1 (satu) laporan hasil penelitian dan 1 (satu) artikel yang dimuat di jurnal yang ber ISSN serta 1 (satu) buku pelajaran atau buku pendidikan yang ber ISBN. 
  • Bagi Guru Madya, golongan IV/c, yang akan naik jabatan menjadi Guru Utama, golongan IV/d, selain membuat PKB sebagaimana pada nomor 7 diatas  juga wajib melaksanakan presentasi ilmiah. 

Aplikasi Pengolahan Nilai Rapot, US, Kelulusan, SKHUS dan Ijazah

   Bagi Bapak Ibu yang membutuhkan aplikasi Kelulusan, pembuat SKHU dan Ijazah sementara silahkan KLIK DISINI

BEASISWA S-2 BAGI GURU SD DAN SMP 2016 DARI KEMENDIKBUD

INFO TERKINI !! BEASISWA S-2 BAGI GURU SD DAN SMP 2016 DARI KEMENDIKBUD (KEMDIKBUD). Simak info selengkapnya, KLIK DISINI

Kenanganku...


Liburan ke Borobudur 2001




Wisuda S1 dan S2

Bersama Teman-teman Jurusan TP PPS UNY

    Kenangan bersama teman-teman di PPS UNY 2010, usai Yudisium S2 Teknologi Pembelajaran. Mbak Diah, Bu Titik, Mas Arkha, Bunda, Bu Dewi dan Mabel Suerez (dari Colombia). Kenangan yang tak terlupakan. Senang sekali kita pernah bersama menimba ilmu di kampus tercinta Universitas Negeri Yogyakarta, bertemu teman-teman yang hebat seperti kalian semua. Kangen kalian semua...



Penari

   Inilah kenangan masa-masa kuliah dulu, saat menjadi penari. Kenangan yang tak terlupakan yang meupakan pengalaman yang luar biasa bagi ku.






















Tiga karakter Sekolah yang Menyenangkan

Tiga karakter  Sekolah yang Menyenangkan antara lain
1.       Pandai Bersyukur :
     Bahagia adalah wujud dari pandainya seseorang bersyukur. Sesulit apapun beban/ tugas yang kita hadapi namun didalamnya ada hikmah yang sesungguhnya dapat kita petik dan kita syukuri.  Memang terkadang rasa syukur itu sangat mudah dita ucapkan namun sulit untuk diwujudkan.

Guru yang Baik Jangan Suka Membandingkan Siswa

“Lihat tu temanmu, Andi.  Dia Rajin belajar tanpa  disuruh-suruh.”
“ Temanmu di kelas lain bisa menjawab pertanyaan ini, dan sering maju kedepan, masa kalian tidak bisa”
“ Masa sih, menjawab ini saja tidak berani, lihat tuh Ani dia tik pemalu ia dapat menjawab ini semua”

Lokasi-lokasi Pengamatan Burung di Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

      Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (BTNKS) merupakan Important Birt Area (IBA). Dikawasan ini ditemukan lebih kurang 370 jenis burung dari 49 famili. Dari 370 jenis tersebut terdapat beberapa kategori langka, endemik dan dilindungi.

Gajah Sumatera Terancam Punah

Gajah Sumatera (Foto Wikipedia)
    Gajah Sumatera adalah salah satu subspesies gajah Asia yang telah terancam punah. Populasinya semakin lama semakin menurun.  Gajah Sumatera yang tinggal di kawasan Taman Nasional Kerinci

Bersama Penari di Acara Malam Resepsi Wisuda STKIP-M Sungai Penuh Tahun 2016

Bersama Penari Tari Asyek Kreasi
   Kegiatan malam resepsi wisuda STKIP-M  Wilayah Jambi di Sungai Penuh. Pada malam

Kegembiraan Bersama Keluarga saat Panen Kentang di Kayu Aro

    Inilah suasana kegembiraan bersama keluarga di Kebun Keluarga yang letaknya di Kaki Gunung Kerinci Kab. Kerinci Provinsi Jambi.