.

.

Pages

Guru yang Baik Jangan Suka Membandingkan Siswa

“Lihat tu temanmu, Andi.  Dia Rajin belajar tanpa  disuruh-suruh.”
“ Temanmu di kelas lain bisa menjawab pertanyaan ini, dan sering maju kedepan, masa kalian tidak bisa”
“ Masa sih, menjawab ini saja tidak berani, lihat tuh Ani dia tik pemalu ia dapat menjawab ini semua”

“ Kelas ini tidak bisa diam, rame sekali.. tidak seperti kelas yang lainnya anak-anaknya tenang dalam belajar”.
     Ini merupakan pengalaman juga saya sebagai seorang guru, sering sekali tanpa terasa kita telah membandingkan siswa-siswa kita.  Padahal itu adalah perbuatan yang sangat tidak di sukai oleh mereka. Ini dapat membuat harga diri mereka menjadi terluka. Seorang anak memiliki keunikan dalam dirinya sendiri. Dia tidak akan pernah sama dengan temannya atau orang lain. Dia adalah dia dengan segala yang dimilikinya dan dengan kemampuannya. Dia tidak akan pernah menjadi orang lain.
     Setiap siswa memiliki kecerdasan dan minatnya masing-masing.  Masing-masing siswa datang dari latar belakang keluarga yang berbeda, budaya belajar yang berbeda, serta masing-masing mereka memiliki fase ketuntasan belajar yang berbeda.  Jika anak satu cerdas di satu bidang dn lambat di bidang yang lain, maka tugas guru adalah memandang mereka sama-sama memiliki potensi untuk berkembang.  Tugas guu adalah membantu potensi itu dapat berkembang secara optimal, dengan cara yang berbeda masing-masing anak. Sebagai guru hal itu harus kita ketahui, agar siswa menjadi nyaman belajar dengan kita sebagai guru atau orang tuanya di sekolah.  
    Mendidik dan memberi  nasehat dengan siswa hendaknya  bukan dengan cara membanding-bandingkan dengan siswa yang lain. Terus semangati dia menjadi siswa yang berakhlak mulia, memiliki karakter dan meraih prestasi. Tanpa harus mendorong menjadi orang lain. Ucapkanlah selalu “Jadilah dirimu selalu nak”.
     Yaa... kebiasaan-kebiasaan lama yang membuat siswa kita terluka mulai sekarang marilah kita bersama merubahnya. Agar kita dapat menjadi guru yang profesional dan menciptakan pembelajaran menjadi asyik dan menyenangkan.

Sumber :  Anna Farida, dkk. (2012).” Sekolah yang Menyenangkan”.  Bandung: NUANSA.

0 komentar:

Post a Comment