.

.

Pages

Tiga karakter Sekolah yang Menyenangkan

Tiga karakter  Sekolah yang Menyenangkan antara lain
1.       Pandai Bersyukur :
     Bahagia adalah wujud dari pandainya seseorang bersyukur. Sesulit apapun beban/ tugas yang kita hadapi namun didalamnya ada hikmah yang sesungguhnya dapat kita petik dan kita syukuri.  Memang terkadang rasa syukur itu sangat mudah dita ucapkan namun sulit untuk diwujudkan.

    Sebagai seorang guru cara bersyukur dapat kita lakukan dengan, mensyukuri  kita dapat melaksanakan tugas setiap harinya. Allah telah berikan kita kesehatan dan kekuatan agar kita dapat mengajar dan mendidik siswa-siswa kita. Allah telah berikan alam yang sangat indah ini, sewajarnya kita hurus menjaganya yaitu dengan menjaga kebersihan dengan baik, serta menjaga lingkungan menjadi indah dan sehat.
   Rasa syukur juga dapat kita berikan kepada siswa-siswa kita yang berhasil meraih sesuatu atau dapat melakukan sesuatu kebaikan. Guru tak segan-sehan dapat memberikan penghargaan, misalnya siswa yang telah menolong temannya dalam menyelesaikan masalah, anak yang dulunya pemalu namun kini dapat menjadi anak yang percaya diri dan pemberani. Semua itu dapat kita beri penghargaan secara sederhana misalnya memberi mereka pin”Sang Penolong” atau  “ Sang Pemberani”.

2.       Sabar
Sabar adalah karakter untuk sukses.  Belajar sabar dapat diwujudkan dalam sebuah proses pendewasaan. Jadi guru harus sabar, sabar dalam segala hal, baik dalam menghadapi siswa maupun orang tua siswa. Sekolah yang menyenangkan akan melakukan proses mendidik anak berlangsung secara alamiah. Sesuai dengan usia perkembangan anak, serta potensi yang dimiliki oleh anak. Insyaallah dengan kesabaran akan mengantarkan siswa kita ke gerbang kesuksesan.
3.       Sederhana
Sederhana adalah karakter hidup efektif. Kesederhanaan adalah kemampuan memelihara ketulusan, melihat inti dan memisahkan yang pelik, memilah mana yang pokok dan mana yang cabang, dan fokus dalam menemukan hakikat.  Dalam kehidupan sehari-hari, sikap sederhana selalu memukau banyak orang dari zaman ke zaman. Betapa efektifnya hidup dalam kesederhanaan. Kita sering menyamakan kesederhanaan itu dengan hal yang remeh. Senyum anak ketika berhasil memaukkan bola ke gawangkita sepelekan. Kesabaran anak mengelola kemarahannya ketika di ganggu oleh temannya, kita anggap biasa saja. Mungkin kita baru acungkan jempol ketika anak memperoleh nilai 9 0 atau 100. Sesungguhnya, kita lupa bahwa yang sederhana itu bisa jadi yang hakiki.

Sumber :  Anna Farida, dkk. (2012).” Sekolah yang Menyenangkan”.  Bandung: NUANSA.

0 komentar:

Post a Comment