.

.

Pages

MAKALAH IMPLEMENTASI DAN ORGANISASI KURIKULUM



Pendidikan adalah merupakan suatu masalah yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Maju tidaknya suatu bangsa sangat tergantung pada pendidikan bangsa tersebut. Artinya jika pendidikan suatu bangsa dapat menghasilkan Manusia“ yang berkualitas lahir batin. Otomatis bangsa tersebut akan maju, damai dan tentram. Sebaliknya jika pendidikan suatu bangsa mengalami stagnasi maka bangsa itu akan terbelakang disegala bidang.
Pendidikan dalam hal ini sangatlah tergantung pada semua sistem yang ada dari sebuah Negara, kesuksesan pendidikan didukung oleh sebuah sistem yang baik yang dibuat oleh pemerintah, serta didukung oleh mengajar yang baik dan profesional yang dilakukan oleh guru, siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi, serta keterbukaan masyarakat dalam mendukung majunya sebuah pendidikan. Tugas utama seorang guru adalah membimbing, mengajar, serta melatih peserta didik secara profesional sehingga dapat mengantarkan peserta didiknya kepada pencapaian tujuan pendidikan. Melaksanakan tugas tersebut guru harus berpedoman pada suatu alat yang disebut kurikulum. Kurikulum memiliki peranan yang cukup penting dalam dunia pendidikan. Kurikulum sebagai alat kontrol  dalam sistem belajar-mengajar.

           
A.           PEMBAHASAN
Implementasi kurikulum didefinisikan sebagai suatu proses penerapan ide, konsep, dan kebijakan kurikulum dalam suatu proses pembelajaran, sehingga peserta didik menguasai seperangkat kompetensi tertentu, sebagai hasil interaksi dengan lingkungan. Secara garis besar implementasi  kurikulum mencakup tiga kekuatan pokok yaitu, pengembangan program, plaksanaan pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar.
Implementasi kurikulum memiliki tiga kegiatan pokok antara lain adalah: (a). Pengembangan Pemograman.  Pengembangan program ini mencangkup program tahunan, semester atau catur wulan, bulanan, mingguan dan harian. Selain itu masih ada pemograman bimbingan dan konseling serta remedial. (b). Pelaksanaan pembelajaran. Pada hakikatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya sehingga terjadi perubahan prilaku kearah yang lebih baik.(c). Evaluasi proses. Evaluasi ini dilaksanakan sepanjang proses pelaksanaan kurikulum baik di evaluasi secara formatif maupun sumatif.
Beberapa prinsip implementasi Kurikulum yang dapat membantu tercapainya kurikulum yaitu:
1.      Perolehan kesempatan yang sama. Prinsip ini mengutamakan penyediaan tempat yang memberdayakan semua peserta didik secara demokratis dan keberkeadilan, untuk memperoleh pengetahuan, ketrampilan dan sikap.
2.      Berpusat pada anak. Upaya memandirikan peserta didik untuk belajar, bekerja sama dan menilai diri sendiri agar peserta didik mampu membangun kemauan, pemahaman, dan pengetahuannya.
3.      Pendekatan dan kemitraan. Pendekatan yang digunakan dalam pengorganisasian pengalaman belajar berfokus pada kebutuhan peserta didik yang bervariasi dan mengintregasikan berbagai disiplin ilmu.
4.      Kesatuan dalam kebijakan dan keberagaman dalam pelaksanaan. Standar kompetensi disusun oleh pusat, dan secara pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing daerah atau sekolah.
Implementasi Kurikulum memiliki strategi dalam pembelajaran. Menurut Peter F Oliva (1992:408) seorang guru harus memiliki beberapa karakteristik yang dapat membantu keberhasilan dalam proses belajar mengajar anatara lain: (1). Pakaian, artinya bahwa seorang guru adalah figure maka harus dapat membawa diri dengan baik dalam mengajar dengan berpenampilan mencerminkan nilai-nilai seorang guru. (2). Bahasa. (3). Suara (4). Gesture (5). Energi (6). Guratan ekspresi (7). Motivasi (8). Ketertarikan pada orang (9). Memiliki bakat dramatis. (10). Akal (11). Kesarjanaan. 


  DAFTAR PUSTAKA
Oliva, Peter.F..(1992). Developing the Curriculum. New York:HarperCollins Publishers inc.
 



           

0 komentar:

Post a Comment