.

.

Pages

Juara 2 Film Pendek Guru

Gebyar TIK Jambi 2016

Guru Seni Berprestasi 2015

Guru SMA Negeri I Sungai Penuh Raih Guru Seni Berprestasi pada Olimpiade Seni dan Bahasa Indonesia (OSEBI) 2015

Objek Wisata Kerinci

Alam sakti yang dikelilingi oleh perbukitan dan memiliki wisata alam yang sangat indah.

Jadwal Lengkap UN dan USBN 2017

Kebijakan mengenai Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Tahun 2017:
Ada tiga hal penting mengenai Ujian Nasional dan Ujian Sekolah pada tahun ini, ketiganya adalah sebagai berikut:
1. Ujian Nasional (UN) akan tetap dilaksanakan.
2. Ujian Sekolah (US) kini ditingkatkan mutunya menjadi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) 2017 untuk beberapa mata pelajaran saja.
3. Memperluas pelaksanaan ujian berbasis komputer, baik Ujian Nasional maupun Ujian Sekolah Berstandar Nasional
 
Mata Pelajaran UN dan USBN Tahun 2017
Untuk Jenis Mata Pelajaran dalam UN dan USBN ada perbedaan antara masing-masing tingkat satuan pendidikan. Untuk lebih jelasnya perhatikan penjelasan berikut ini:
 
A. Jenjang Pendidikan SMP
1) Mapel Ujian Nasional Meliputi, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan IPA
2) Mapel USBN Meliputi, Pendidikan Agama, PPKN dan IPS
B. Jenjang Pendidikan SMA
1) Mapel UN meliputi, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Mapel pilihan sesuai jurusan (1 mapel)
2) Mapel USBN meliputi, Pendidikan Agama, PPKN, Sejarah dan 3 Mapel sesuai program studi siswa
C. Jenjang Pendidikan SMK
1) Mapel UN meliputi, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Teori Kejuruan
2) Mapel USBN meliputi, Pendidikan Agama, PPKN dan Keterampilan Komputer
Jadwal UN dan USBN 2017
Perhatikan Jadwal UN dan USBN 2017 ini dengan baik. Jadwal ini disusun mulai dari jadwal persiapan hingga pelaksanaannya. Lebih jelasnya perhatikan penjelasan berikut ini
1. Tanggal 21 Desember 2016 Kisi-kisi UN dan USBN selesai dibuat
2. Tanggal 31 Januari 2017 Pelatihan narasumber tingkat provinsi
3. Tanggal 15 Maret 2016 KKG/MGMP selesai menyusun soal mandiri
4. Tanggal 1 April 2017 Perakitan dan distribusi master soal ke sekolah
5. Tanggal 3-6 April 2017 Pelaksanaan UN SMK
6. Tanggal 10-13 April 2017 Pelaksanaan UN SMA/MA
7. Tanggal 2, 3, 4, 15 Mei 2017 Pelaksanaan UN SMP/MTs gelombang I
8. Tanggal 8, 9, 10, 16 Mei 2017 Pelaksanaan UN SMP/MTs gelombang II
Sumber :
http://www.infopgri.tk/2016/12/dalam-rangka-persiapan-un-kementerian.html

DESKRIPSI MANUAL BLOG GURU SMA NEGERI 1 KOTA SUNGAI PENUH “PENDIDIKAN & SENI BUDAYA”



DESKRIPSI MANUAL BLOG GURU
SMA NEGERI 1 KOTA SUNGAI PENUH
“PENDIDIKAN & SENI BUDAYA”

I.          Pendahuluan
Pendidikan memegang peranan sangat penting tidak hanya bermanfaat bagi individu, namun juga berpengaruh terhadap pembangunan bangsa dan Negara. Peranan teknologi informasi pada aktivitas manusia pada saat ini memang begitu besar. Teknologi informasi telah menjadi fasilitas utama bagi kegiatan berbagai sektor kehidupan dimana memberikan andil besar terhadap perubahan–perubahan dalam dunia pendidikan. Saat ini Penerapan Teknologi Informasi

CONTOH PROPOSAL KEGIATAN FESTIVAL BAND PELAJAR TINGKAT SMA/MA/SMK



PROPOSAL KEGIATAN
FESTIVAL BAND PELAJAR
TINGKAT SMA/MA/SMK
SE- KOTA SUNGAI PENUH DAN KABUPATEN KERINCI 2017
SMA NEGERI I SUNGAI PENUH

CONTOH SUSUNAN PANITIA PERGELARAN SENI SMA NEGERI I SUNGAI PENUH



PANITIA
PERGELARAN SENI SMA NEGERI I SUNGAI PENUH


KETUA             : Drs. Kasmardi
WAKIL KETUA  : Surna Fitri Wani, S.Pd
SEKRETARIS     : Retci Angralia, M.Pd
BENDAHARA   : Ervina, S.Pd

Contoh Sinopsis Tari Kreasi Daerah Kerinci " IMO TINGKEK"



IMO TINGKEK

 
Sahalun Suhak Salatoh Bede Negri yang Sakral..
Kamudik berbatas betung berlarik, kehilir berbatas  danau bertakuk rajo. Negeri  nan sejuk yang memberikan nafas kehidupan anak manusia. Negeri  yang menyimpan berjuta cerita misteri.
Imo Tingkek merupakan sebuah tarian yang diangkat dari cerita tentang kasih sayang  seorang ibu yang tiba-tiba  melahirkan  anak seekor  harimau. Namun, kehadiran harimau tersebut  tidak diterima oleh saudara kandungnya. Saudaranyapun berusaha untuk menebas kaki harimau tersebut, hingga harimau meraung kesakitan dan pada akhirnya meninggal dunia.
Penyesalanpun datang..

SINOPSIS FILM PENDEK “POTRET IMPIAN”



SINOPSIS
FILM PENDEK “POTRET IMPIAN”
(Durasi: 15 menit)


Puti, gadis remaja berumur 16 yang sedang duduk dibangku SMA kelas X disalah satu SMA ternama Dikota Sungai Penuh. Puti merupakan anak yang pendiam dan dalam prestasipun disekolah biasa-biasa saja. Puti merupakan anak tunggal dari keluarga sederhana. Sejak ayahnya meninggal puti lah yang selalu membantu ibunya mencari nafkah. Setiap pagi sebelum berangkat kesekolah puti membantui ibunya menyiapkan dagangan yang akan dijual ibunya. Ibu puti berjualan didepan sekolah sudah lama jauh ketika puti masih kecil.   Namun disekolah puti selalu di ejek oleh teman-temannya.

CONTOH INSTRUMEN PENILAIAN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA



INSTRUMEN PENILAIAN
a.    Instrumen Tes Lisan
          Soal :
1.    Jelaskan tentang Jenis Tari Kelompok ?
2.    Jelaskan tentang Jenis Tari Berpasangan ?
3.    Jelaskan tentang Jenis Tari Tunggal ?
4.    Uraikanlah Peran Tari Nusantara ?
5.    Jelaskan Perkembangan Tari Nusantara?

CONTOH RPP KTSP SENI BUDAYA



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Nama Sekolah                         : SMA Negeri I Sungai Penuh
Mata Pelajaran                        : Seni Budaya (Seni Tari)
Kelas/Semester                      : XI/ 2
Alokasi Waktu                         : 1 x 50 menit

FILSAFAT ILMU


       1) Yang menghendaki ilmu itu otonom adalah :
Masyarakat menginginkan ilmu otonom dalam artian berdiri sendiri .Selanjutnya ilmu otonom adalah suatu ilmu yang dibangun berdasarkan atas ”potensi diri”.
Para penganut paham juga sekularisme menghendaki ilmu menjadi otonom, ilmu harus bebas nilai, bebas moral, dan bebas etika, yang berarti tanpa norma.

Oong Komar (2006:55) mensyaratkan ilmu bisa menjadi ilmu yang otonom harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
(a)   merupakan suatu sistem pemikiran yang bagian-bagiannya bertalian dalam rangka   
membentuk keseluruhan yang bulat,
(b)menyatakan suatu metode penelitian yang bersifat empiris, experimen dan  
penalaran,
(c) mempunyai obyek yaitu manusia.

Makalah Kajian Filsafat Ilmu Pendidikan

Baiklah sekarang kita lihat dasar-dasaar filsafah keilmuan terkait dalam arti dasar ontologis, dasar epistemologis, dan aksiologis, dan dasar antropolgis ilmu pendidikan.

1. Kajian ontologis ilmu pendidikan

Pertama-tama pada latar filsafat diperlukan dasar ontologis dari ilmu pendidikan. Adapun aspek realitas yang dijangkau teori dan ilmu pendidikan melalui pengalaman pancaindra ialah dunia pengalaman manusia secara empiris. Objek materil ilmu pendidikan ialah manusia seutuhnya, manusia yang lengkap aspek-aspek kepribadiannya, yaitu manusia yang berakhlak mulia dalam situasi pendidikan atau diharapokan melampaui manusia sebagai makhluk sosial mengingat sebagai warga masyarakat ia mempunyai ciri warga yang baik (good citizenship atau kewarganegaraan yang sebaik-baiknya).

MAKALAH SUMBER PENGARUH TEKNOLOGI PEMBELAJARAN



SUMBER PENGARUH TEKNOLOGI PEMBELAJARAN

Teknologi pembelajaran dapat dilihat sebagai bidang yang mempunyai perhatian khusus terhadap aplikasi, meskipun prinsip dan prosedurnya berdasar pada teori. Kawasan bidang ini telah melalui pergulatan antara pengaruh nilai, penelitian,dan pengalaman praktisi, khususnya pengalaman dengan teknologi yang digunakan dalam pembelajaran. Bidang ini kemudian berkembang tidak hanya berupa

DEFINISI BIDANG TEKNOLOGI PEMBELAJARAN dari Association for Educational Communication and Technology (AECT) tahun 1994


DEFINISI BIDANG TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
dari Association for Educational Communication and Technology (AECT) tahun 1994

Selama setidaknya empat puluh tahun (pada saat definisi ini dibuat) bidang Teknologi Pembelajaran secara periodik dan terus menerus mengalami proses pengkajian kolektif, menghasilkan pernyataan yang mendeskripsikan dirinya sendiri secara profesional. Pada tahun 1963 beberapa usaha menghasilkan definisi formal yang pertama kali untuk bidang teknologi pembelajaran. Definisi ini kemudian diperbarui beberapa kali, dimana pada setiap perubahan menghasilkan arahan baru bagi bidang ini. Sejak definisi formal terakhir tujuh belas tahun yang lalu (dihitung dari tahun 1994),

RINGKASAN IMPLIKASI DEFINISI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN



RINGKASAN
IMPLIKASI DEFINISI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN

Definisi baru teknologi pembelajaran diharapkan dapat mencerminkan pertumbuhan dan keragaman kawasan, serta dapat menjadi pencetus kreativitas dan perubahan lebih lanjut. Sesuai dengan pendapat Ely (1983: 2) bahwa “definisi tidak membangun kawasan, tetapi membantu menjelaskan fungsi, tujuan dan peranan apa dan siapa yang ada di dalam dan di luar definisi”. Usaha pendefinisian ini juga mengandung tujuan untuk merangsang perkembangan masyarakat ilmuwan dan praktisi yang sangat berbeda dalam filsafat, tugas (job), dan lingkungan kerjanya.

Makalah Model Pembelajaran Kecerdasan Majemuk



Pendahuluan
Pembelajaran merupakan proses yang diselenggarakan oleh pendidik untuk membelajarkan siswa dalam belajar, bagaimana belajar memperoleh dan memproses pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Dalam pembelajaran bagaimana menciptakan kondisi belajar-mengajar yang melibatkan metode, media, dan strategi dalam proses ataupun produk sehingga terjadi belajar. Pembelajaran selain menyangkut ingatan juga berkenaan dengan pemahaman.

Makalah Teknik Pembelajaran Kooperatif

Berikut ini disajikan empat teknik dalam pembelajaran kooperatif
  1. Metode STAD (student Achievement Divisions)
Metode STAD dikembangkan oleh Robert Slavin dan kawan-kawan dari universitas John Hopkins. Metode ini dipandang paling sederhana dan paling langsung dari pendekatan pembelajaran kooperatif. Para guru menggunakan metode STAD untuk mengajarkan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu, baik melalui penyajian verbal maupun tertulis.
Langkahnya:

MAKALAH PEMBELAJARAN KOOPERATIF

1. Pengertian Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif (Cooperativ learning) adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar.

2. Konsep Dasar Pembelajaran Kooperatif

Manusia memiliki derajat potensi, latar belakang histories, serta harapan masa depan yang berbeda-beda. Karena perbedaan itu, manusia dapat saling asah, asih, dan asuh (saling mencrdaskan). Pembelajaran kooperatif menciptakan interaksi yang asah, asih,dan asuh sehingga tercipta masyarakat belajar (Learning community). Siswa tidak hanya belajar dari guru, tetapi juga darisesama siswa.
Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang silih asuh untuk menghindari ketersinggungan dan kesalahpahaman yang dapat menimbulkan permusuhan, sebagai latihan hidup di masyarakat.

3. Ciri-ciri  Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif adalah suatu sistem yang di dalamnya terdapat elemen-elemen yang saling terkait. Elemen-elemen  itu adalah (1) saling ketergantungan positif; (2)interaksi tatap muka;(3) akuntabilitas individual, dan (4) ketrampilan untuk menjalin hubungan  antarpribadi atau ketrampilan sosial yang secara sengaja diajarkan. Seperti yang dinyatakan Abdurrahman & Bintoro (2000:78-79)
  1. Saling ketergantungan positif
Dalam pembelajaran kooperatif, guru menciptakan susasana yang mendorong agar siswa merasa saling membutuhkan. Hubungan yang saling membutuhkan inilah yang dimaksud dengan saling ketergantungan positif. Saling ketergantungan dapat dicapai melalui: a)saling ketergantungan mencapai tujuan (b)saling ketergantungan menyelesaikan tugas (c) saling ketergantungan bahan atau sumber, (d)saling ketergantungan peran, (e) saling ketergantungan hadiah;

  1. Interaksi tatap muka
Interaksi tatap muka akan memaksa siswa saling tatap muka dalam kelompok sehingga mereka dapat berdialog. Dialaog tidak hanya dilakukan dengan guru. Interaksi semacam itu sangat penting karena siswa merasa lebih mudah belajar dari sesamanya.
  1. Akuntabilitas individual
Pembelajatran kooperatif menampilkan wujudnya dalam belajar kelompok. Penilaian ditunjukan untuk mengetahui penguasaan siswa terhadap materi pelajaran secara individual. Hasil penilaian secara individual selanjutnya disampaikan oleh guru kepada kelompok agar semua anggota kelompok mengetahui siapa anggota kelompok yang memerlukan bantuan dan siapa yang  dapat memberikan bantuan. Nilai kelompok didasarkan atas rata-rata hasil belajar semua anggotanya, karena itu tiap anggota kelompok harus memberikan sumbangan demi kemajuan kelompok. Penilaian kelompok yang didasarkan atas rata-rata penguasaan semua anggota kelompok secara individual ini yang dimaksud dengan akuntabilitas individual.
  1. Ketrampilan menjalin hubungan antar pribadi
Ketrampilan sosial seperti tenggang rasa, sikap sopan terhadap teman, mengkritik ide dan bukan mengkritik teman, berani memperthankan pikiran logis, tidak mendominasi orang lain, mandiri, dan berbagai sifat lain yang bermanfaat dalam menjalin hubungan antar pribadi (interpersonal relationship) tidak hanya diasumsikan tetapi secara sengaja diajarkan. Siswa yang tidak dapat menjalin hubungan antar pribadi akan memperoleh teguran dari guru juga dari sesama siswa.


4. Perbedaan  Pembelajaran Kooperatif dengan Pembelajaran Tradisional
Dalam pembelajaran tradisional dikenal pula belajar kelompok, meskipun demikian, ada sejumlah esensisal anatara kelompok belajar kooperatif denagn kelompok belajar tradisional. Perhatikan tabel berikut: 
Kelompok Belajar Kooperatif
Kelompok Belajar Tradisional
Adanya saling ketergantungan positif, saling membantu dan saling memberikan motivasi sehingga ada interaksi promotif
Guru sering membiarkan adanya siswa yang mendominasi kelompok atau menggantungka diri pada kelompok
Adanya akuntabilitas individual yang mengukur penguasaan materi pelajaran tiap anggota kelompok. Kelompok diberi umpan balik tentang hasil belajar para anggotanya sehingga dapat saling mengetahui siapa yang memerlukan bantuan dan siapa yang dapat memberikan bantuan
Akuntabilitas individual sering diabaikan sehingga tugas-tugas sering diborong oleh salah seorang anggota kelompok, sedangkan anggota kelompok lainnnya hanya ‘enak-enak saja’di atas keberhasilan temannaya yang dianggap ‘pemborong’
Kelompok belajar heterogen, baik dalam kemampuan akademik, jenis kelamin, ras, etnik, dan sebagainya sehingga dapat saling mengetahui siapa yang memerlukan bantuan dan siapa yang dapat memeberikan bantuan.
Kelompok belajar biasanya homogen
Pimpinan kelompok dipilih secara demokratis atau bergilir untuk memberikan pengalaman memimpin bagi para anggota kelompok
Pemimpin kelompok sering ditentukan oleh guru atau kelompok dibiarkan untuk memilih pemimpinnya dengan cara masing-masing
Ketrampilan sosial yang diperlukan dalam kerja gotong royong seperti kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, mempercayai orang lain, dan mengelola konflik secara langsung diajarkan
Ketrampilan sosial sering tidak diajarkan secara langsung
Pada saat belajar kooperatif sedang berlangsung,guru terus melakukan pemantaun melalui observasi dan melakukan intervensi jika terjadi masalah dalam kerja sama antar anggota kelompok
Pemantauan melalui observasi dan intervensi sering dilakukan oleh guru pada saat belajar kelompok sedang berlangsung
Guru memeperhatikan secara langsung proses kelompok yang terjadi dalam kelompok-kelompok belajar.
Guru sering tidak memperhatikan proses kelompok yang terjadi dalam kelompok-kelompok belajar
Penekanan tidak hanya pada penyelesaian tugas tetapi juga hubungan interpersonal (hubungan antar pribadi yang saling menghargai)
Penekanan sering hanya pada penyelesaian tugas

5. Keuntungan Penggunaan Pembelajaran Kooperatif
Ada banayak alasan mengapa pembelajaran kooperatif dikembangkan.
Berikut beberapa keuntungannay :
  1. Meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial
  2. Memungkinkan para siswa saling belajar mengenai sikap, ketrampilan, informasi, perilaku sosial, dan pandangan-pandangan
  3. memudahkan siswa melakukan penyesuaian sosial
  4. memungkinkan terbentuk dan berkembangnya nilai-nilai sosial dan komitmen
  5. menghilangkan sifat meementingkan diri sendiri atau egois
  6. membangun persahabatan yang dapat berlanjut hinggga masa dewasa
  7. berbagai ketrampilan sosial yang diperlukan untuk memelihara hubungan saling membutuhka dapat diajarkan dan dipraktekkan
  8. meningkatkan rasa saling percaya kepada sesama manusia
  9. meningkatkan kemampuan memandang masalah dan situasi dari berbagai perspektif
  10. meningkatkan kesediaan menggunkan ide orang lain yang dirasakan lebih baik
  11. meningkatkan kegemaran berteman tanpa memandang perbedaan kemampuan, jenis kelamain, normal atau cacat, etnis, kelas sosial, agama dan orientasi tugas

INSTRUMEN LEMBAR EVALUASI UNTUK PENDAMPING SISWA EVALUASI PENGEMBANGAN MULIMEDIA PEMBELAJARAN



LEMBAR EVALUASI UNTUK PENDAMPING SISWA
EVALUASI PENGEMBANGAN MULIMEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENSTIMULASI KECERDASAN MAJEMUK PADA SISWA
SEKOLAH DASAR


Sasaran Program         : Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar (usia 6-7 tahun)
Peneliti                        : Retci Angralia
Ahli Materi                  : Unik Ambar Wati, M.Pd
Ahli Media                  : Dr. Haryanto
Pendamping                :
Tanggal                       :

CONTOH INSTRUMEN LEMBAR EVALUASI PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN



LEMBAR EVALUASI
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
UNTUK MELATIH KECERDASAN MAJEMUK PADA SISWA
SEKOLAH DASAR


Sasaran Program         : Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar (usia 6-7 tahun)
Judul Tesis                  : Pengembangan Multimedia Pembelajaran untuk Melatih Kecerdasan
  Majemuk pada Siswa Sekolah Dasar.
Peneliti                        : Retci Angralia
Ahli Materi                  :
Tanggal                       : ………………………………….
Petunjuk                      :
1.      Lembar evaluasi ini diisi oleh ahli media.
2.      Lembar evaluasi ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi dari ibu sebagai ahli materi untuk Pendidikan Anak Usia Dini, tentang kualitas materi dalam multimedia yang sedang dikembangkan.
3.      Jawaban yang diberikan pada kolom skala penilaian, yang sudah disediakan. Dengan skala penilaian:
1        =  Sangat kurang
2        = Kurang
3        = Cukup
4        = Baik
5        = Sangat Baik
4.      Mohon diberikan tanda check (√) pada kolom skala penilaian yang sesuai dengan pendapat evaluator.
5.      Mohon untuk memberikan komentar dan saran di tempat yang telah disediakan.







No
Indikator
Penilaian
Komentar
1
2
3
4
5
1.
Urutan materi






2.
Cakupan materi






3.
Kejelasan materi






4.
Urgensi tiap materi






5.
Aktualitas (up to date) materi






6.
Kejelasan sasaran






7.
Kejelasan tujuan pembelajaran






8.
Struktur materi






9.
Ketepatan evaluasi






10.
Konsisten antara tujuan dan latihan






Jumlah






Total Penilaian



Komentar :
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Saran:
______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________



Kesimpulan
Multimedia ini dinyatakan :
1.      Layak untuk uji coba lapangan
2.      Tidak layak untuk uji coba lapangan


     Ahli Materi,



(…………………………………..)









LEMBAR EVALUASI
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
UNTUK MELATIH KECERDASAN MAJEMUK PADA SISWA
SEKOLAH DASAR


Sasaran Program         : Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar (usia 6-7 tahun)
Judul Tesis                  : Pengembangan Multimedia Pembelajaran untuk Melatih Kecerdasan
  Majemuk pada Siswa Sekolah Dasar.
Peneliti                        : Retci Angralia
Ahli Media                  : Dr. Haryanto
Tanggal                       : ………………………………….
Petunjuk                      :
1.      Lembar evaluasi ini diisi oleh ahli media.
2.      Lembar evaluasi ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi dari bapak sebagai ahli media , tentang kualitas multimedia yang dalam proses pengembangan.
3.      Jawaban yang diberikan pada kolom skala penilaian, yang sudah disediakan, dengan skala penilaian:
1 =  Sangat kurang
2 = Kurang
3 = Cukup
4 = Baik
5 = Sangat Baik
4.      Mohon diberikan tanda check (√) pada kolom skala penilaian yang sesuai dengan pendapat evaluator.
5.      Mohon untuk memberikan komentar dan saran di tempat yang telah disediakan.









No

Indikator
Penilaian

1
2
3
4
5
1.
Struktur program






2.
Logika berpikir






3.
Interaksi pengguna dengan media.






4.
Pemberian contoh






5.
Penggunaan bahasa






6.
Tampilan desain






7.
Grafis background






8.
Ukuran teks






9.
Penggunaan animasi






10.
Penggunaan warna






11.
Penggunaan gambar yang mendukung.






12.
Penggunaan musik






13.
Penggunaan sound effect.






14.
Penggunaan suara






15.
Kreatifitas






16.
Urutan penyajian






17.
Pergantian gambar dari frame ke frame






Jumlah






Total Penilaian










Komentar :
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Saran:
______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Kesimpulan
Multimedia ini dinyatakan :
1.      Layak untuk uji coba lapangan
2.      Tidak layak untuk uji coba lapangan


     Ahli Materi,



(…………………………………..)

LEMBAR EVALUASI
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
UNTUK MELATIH KECERDASAN MAJEMUK PADA SISWA
SEKOLAH DASAR


Sasaran Program         : Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar (usia 6-7 tahun)
Judul Tesis                  : Pengembangan Multimedia Pembelajaran untuk Melatih Kecerdasan
  Majemuk pada siswa Sekolah Dasar.
Peneliti                        : Retci Angralia
Guru                            :
Tanggal                       : ………………………………….
Petunjuk                      :
6.      Lembar evaluasi ini diisi oleh ahli media.
7.      Lembar evaluasi ini dimaksudkan untuk mendapatkan informasi dari ibu sebagai guru kelas I Sekolah Dasar, tentang kualitas multimedia yang sedang dikembangkan.
8.      Jawaban yang diberikan pada kolom skala penilaian, yang sudah disediakan, dengan skala penilaian:
1 =  Sangat kurang
2 = Kurang
3 = Cukup
4 = Baik
5 = Sangat Baik
9.      Mohon diberikan tanda check (√) pada kolom skala penilaian yang sesuai dengan pendapat evaluator.
10.  Mohon untuk memberikan komentar dan saran di tempat yang telah disediakan.







No
Aspek yang Diamati
1
2
3
4
5
Komentar
1.
Mudah dimengerti






2.
Sesuai dengan tujuan yang dirumuskan.






3.
Sesuai dengan tingkat kemampuan






4.
Menggunakan bahasa yang mudah di pahami.






5.
Ilustrasi






6.
Kualitas evaluasi






7.
Kualitas penyajian






8.
Urutan penyajian






9.
Interaktivitas media






10.
Umpan balik






11.
Pemberian motivasi






12.
Pengayaan materi






13.
Kejelasan petunjuk






14.
Kejelasan tulisan dilihat dari pemilihan huruf yang digunakan.






15.
Kejelasan tulisan dilihat dari ukuran huruf yang digunakan.






16.
Sajian animasi






17.
Komposisi warna







18.
Kejelasan suara






19.
Sound effect






20.
Kemudahan penggunaan software






Jumlah






Total Penilaian








Komentar :
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Saran:
______________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
Kesimpulan
Multimedia ini dinyatakan :
3.      Layak untuk uji coba lapangan
4.      Tidak layak untuk uji coba lapangan

          Guru,



(…………………………………..)

LEMBAR EVALUASI TAHAP I
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
UNTUK MELATIH KECERDASAN MAJEMUK PADA SISWA
SEKOLAH DASAR


  EVALUASI AHLI MEDIA
 
 


Peneliti dan Pengembang  : Retci Angralia
Tanggal                               : …………………………………

Kelemahan:
________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Rekomendasi untuk perbaikan:
___________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________
      
       Ahli Media,


(…………………………………..)


INSTRUMENT UNTUK UJI COBA
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MELATIH KECERDASAN MAJEMUK PADA SISWA SEKOLAH DASAR


















1.      Lembar Observasi
2.      Kisi-kisi wawancara






PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA


LEMBAR OBSERVASI
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MELATIH KECERDASAN MAJEMUK PADA SISWA SEKOLAH DASAR


Untuk Anak
 
 


Peneliti dan Pengembang     : Retci Angralia
Pengamat                               :
Anak yang di amati               :
Tanggal                                  :

No
Aspek yang Diamati
1
2
3
4
5
Deskripsi
1.
Mudah dimengerti






2.
Sesuai dengan tingkat kemampuan






3.
Menggunakan bahasa yang mudah di pahami.






4.
Kualitas evaluasi






5.
Interaktivitas media






6.
Umpan balik






7.
Pemberian motivasi






8.
Pengayaan materi






9.
Kejelasan petunjuk






10.
Kejelasan suara






Jumlah






Total Penilaian











KISI-KISI WAWANCARA


1.      Tanggapan tentang multimedia pembelajaran yang dikembangkan.
2.      Kesulitan yang dihadapi dalam penggunaan multimedia yang dikembangkan.
3.      Tanggapan tentang sajian materi yang diberikan.
4.      Tanggapan tentang permainan yang diberikan
5.      Tanggapan animasi yang diberikan.


























INSTRUMENT UNTUK UJI COBA
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MELATIH KECERDASAN MAJEMUK PADA SISWA SEKOLAH DASAR









1.      Data hasil validasi ahli media.
2.      Data hasil validasi ahli materi.
3.      Data hasil validasi guru kelas.
4.      Data hasil observasi pada uji lapangan terbatas
5.      Data hasil observasi pada uji lapangan luas
6.      Data hasil observasi pada uji operasional
7.      Data hasil wawancara










PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

DATA VALIDASI AHLI MATERI
……………………………

Nomor Soal
Penilaian
1
2
3
4
5
1





2





3





4





5





6





7





8





9





10





Frekuensi





Nilai





Total
















DATA VALIDASI AHLI MEDIA
……………………………


Nomor Soal
Penilaian
1
2
3
4
5
1





2





3





4





5





6





7





8





9





10





11





12





13





14





15





16





17





Frekuensi





Nilai





Total








DATA HASIL WAWANCARA

No.
Inisial
Usia
Jawaban
1.



2



3



4



5



6



7



8



9



10



11



12



13



14



15



16



17



18



19



20



21



22



23



24



25



26



27



28



29



30