.

.

Pages

FILSAFAT ILMU


       1) Yang menghendaki ilmu itu otonom adalah :
Masyarakat menginginkan ilmu otonom dalam artian berdiri sendiri .Selanjutnya ilmu otonom adalah suatu ilmu yang dibangun berdasarkan atas ”potensi diri”.
Para penganut paham juga sekularisme menghendaki ilmu menjadi otonom, ilmu harus bebas nilai, bebas moral, dan bebas etika, yang berarti tanpa norma.

Oong Komar (2006:55) mensyaratkan ilmu bisa menjadi ilmu yang otonom harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
(a)   merupakan suatu sistem pemikiran yang bagian-bagiannya bertalian dalam rangka   
membentuk keseluruhan yang bulat,
(b)menyatakan suatu metode penelitian yang bersifat empiris, experimen dan  
penalaran,
(c) mempunyai obyek yaitu manusia.

      2)  Yang dimaksud dengan Otonomi adalah  :
Pengertian "otonom" secara bahasa adalah "berdiri sendiri" atau "dengan pemerintahan sendiri". Prinsip otonomi  sebagai berikut: setiap individu memiliki hak yang sama dengan orang lain. Oleh karena itu, ia mempunyai kewajiban yang sama dalam merinci kerangka politik yang melahirkan dan sekaligus membatasi kesempatan yang tersedia. Ini berarti mereka bebas dan setara dalam menentukan kondisi kehidupan mereka selama mereka (dalam melaksanakan itu) tidak melecehkan hak-hak orang lain.

2.      Apakah dengan berkembangnya sains dan teknologi itu bertanda adanya otonomi itu ?
Ya,  karena untuk menjalankan otonomi itu Negara harus dapat berdiri sendiri, sehingga untuk dapat berdiri sendiri dan tidak bergantung dengan negara lain maka sains dan teknologi harus dikembangkan. Dan pengertian lebih luas lagi adalah wewenang/kekuasaan pada suatu wilayah/daerah yang mengatur dan mengelola untuk kepentingan wilayah/daerah masyarakat itu sendiri mulai dari ekonomi, politik, dan pengaturan perimbangan keuangan termasuk pengaturan sosial, budaya, dan ideologi yang sesuai dengan tradisi adat istiadat daerah lingkungannya.
Pelaksanaan otonomi dipengaruhi oleh faktor-faktor yang meliputi kemampuan si pelaksana, kemampuan dalam keuangan, ketersediaan alat dan bahan, dan kemampuan dalam berorganisasi.
Otonomi tidak mencakup bidang-bidang tertentu, seperti politik luar negeri, pertahanan keamanan, peradilan, moneter, fiskal, dan agama. Bidang-bidang tersebut tetap menjadi urusan pemerintah pusat.Pelaksanaan otonomi berdasar pada prinsip demokrasi, keadilan, pemerataan, dan keanekaragaman.
3.      Perbedaan ilmu, sains, dan teknologi :
Science (Ilmu) :
‘Science’ (ilmu) merupakan bagian dari himpunan informasi yang termasuk dalam pengetahuan ilmiah, dan berisikan informasi yang memberikan gambaran tentang struktur dari sistem-sistem serta penjelasan tentang pola-laku sistem-sistem tersebut. Sistem yang dimaksud dapat berupa sistem alami, maupun sistem yang merupakan rekaan pemikiran manusia mengenai pola laku hubungan dalam tatanan kehidupan masyarakat yang diinstitusionalisasikan.
Ilmu dalam pendekatannya lebih analitik dan diskriptif : ia berusaha untuk menganalisa secara keseluruhan pada unsusr-unsur yang merupakan bagian-bagiannya.

Sains :
Sains adalah suatu proses pemikiran dan analisis yang rasional, sistimatik, logik dan konsisten. Hasilnya dari ilmu pengetahuan dapat dibuktikan dengan percobaan yang transparan dan objektif. Pendekatan rasional digabungkan dengan pendekatan empiris membentuk langkah- langkah yang disebut metode ilmiah. Kerangka berfikir ilmiah yang berintikan proses logika-hipotesa-verifikasi ini pada dasarnya terdiri dari langkah-langkah :
(1) perumusan masalah
(2) penyusunan kerangka berfikir dalam pengajuan hipotesis
(3) perumusan hipotesis
(4) pengujian hipotesis, dan
(5) penarikan kesimpulan (Suriasumantri, 1984: 128).
Ada dua pilar yang menopang sains yaitu observasi dan konseptualisasi. Sains berhubungan dengan fakta dan bukan dengan pertimbangan nilai-nilai.
Value judgements tidak terletak dalam wewenang sains. Sifat dari sains adalah bebas nilai, obyektif, dan netral. Lain halnya dengan teknologi, sekalipun pada dasarnya netral, dalam situasi tertentu dapat tidak netral lagi karena mengandung potensi merusak dan potensi kekuasaan

Teknologi :
Teknologi merupakan bagian dari himpunan informasi yang termasuk dalampengetahuan ilmiah yang berisikan informasi preskriptif mengenai penciptaan sistem-sistem dan pengoperasian sistem-sistem ciptaan tersebut. Pengertian yang dirumuskan ini tidak membatasi bahwa sistem yang dimaksud hanyalah sistemsistem
fisik (physical systems).
Teknologi merupakan ilmu terapan yang dikembangkan dan meliputi perangkat keras dan perangkat lunak. Misalnya: alat elektronika.
Karakteristik teknologi:
a.       Pada hakekatnya, teknologi merupakan hasil aktifitas manusia. Manusia berusaha mengembangkan teknologi, menggunakan hasilnya, baik secara langsung atau tidak langsung.
b.      Teknologi sebagai objek materi bisa menghasilkan objek kejiwaan dalam kepuasan hidup manusia.
c.       Teknologi membantu dan mengontrol kehidupan manusia dengan lingkungannya.
Jadi dalam science (ilmu) manusia berusaha memahami lingkungannya, dan dalam teknologi manusia mengontrolnya.

4.      Dalam hal perkembangan sains, teknologi dan industrialisasi Indonesia tergolong sedang berkembang.
Kalau perhatian kita arahkan hanya pada tindakan-tindakan teknologis yang tertuju pada pemmbentukan sistem produksi yang merupakan bagian dari sistem industri, maka intervensi teknologinya berdampak pada sistem industri, dan pada gilirannya kepada system ekonomi, dan selanjutnya pada sistem kehidupan masyarakat yang dipengaruhi oleh perubahan dalam sistem ekonomi tersebut.
 Di Negara Indonesia sains teknologi dan industrialisas menunjukkan ke arah perkembangan hal ini dapat kita lihat di Indonesia yang lebih dini mampu merumuskan strategi yang tepat di dalam ngupayakan alur pendekatan untuk mengembangkan kemampuannya dalam berteknologi, lebih mampu di dalam  melaksanakan industrialisasi di bandingkan Negara maju lainnya. Indonesia juga masih tergantung dengan teknologi Negara maju lainnya.

Di Indonesia yang termasuk negara berkembang masih perlu upaya-upaya seperti dijelaskan di bawah ini untuk melakukan proses industrialisasi. Upaya-upaya tersebut adalah :
a)      Mengexploitasi sumberdaya alam dan/atau hasil bumi yang menghasilkan komoditi yang dapat dijual di pasar internasional untuk memperoleh devisaguna membeli masukan teknologi;
b)      Mengundang investasi dari negara yang lebih maju dalam berindustri dan berteknologi untuk meningkatkan pertumbuhan industrinya dan, secara sadar atau tidak sadar, sekaligus menjadikannya sebagai sarana bagi terjadinya alih teknologi;
c)      Melakukan upaya untuk dapat memperoleh dana valuta asing yang diperlukan untuk membeli teknologi melalui hutang luar negeri, bilamana perimbangan import dan exportnya, atau kekayaan sumberdaya alamnya serta tatanan politik ekonominya dapat ditunjukkan mampu menjamin pembayaran cicilan dan bunganya;
d)     Menyisihkan sebagian dari pendapatannya untuk secara bertahap meningkatkan kemampuannya dalam mengembangkan teknologi, sehinggap dapat makin menekan tuntutan yang terlalu besar akan pembelian
e)      teknologi dari negara lain;
f)       Meningkatkan kemampuannya di dalam mengelola proses alih teknologi dengan sebaik-baiknya, terutama di dalam hal melakukan pemilihan yang tepat terhadap pembelian dan pengalihan teknologi, agar sdiperoleh proses alih teknologi yang paling “cost effiective”.

0 komentar:

Post a Comment