.

.

Pages

Makalah Model Pembelajaran Kecerdasan Majemuk



Pendahuluan
Pembelajaran merupakan proses yang diselenggarakan oleh pendidik untuk membelajarkan siswa dalam belajar, bagaimana belajar memperoleh dan memproses pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Dalam pembelajaran bagaimana menciptakan kondisi belajar-mengajar yang melibatkan metode, media, dan strategi dalam proses ataupun produk sehingga terjadi belajar. Pembelajaran selain menyangkut ingatan juga berkenaan dengan pemahaman.

Untuk mencapai pemahaman ini yang kadang-kadang pendidik tidak menyadari sejauh mana tingkat pemahaman siswa atau hanya menginginkan bahwa materi yang diajarkan harus selesai dalam jangka waktu yang telah ditentukan tanpa mempedulikan siswanya. Belajar akan lebih berkesan bila siswa belajar sesuai dengan gaya belajarnya, mengasah kecerdasan yang ada pada dirinya. Tetapi kadang bahkan sering pendidik tidak menyadari kebutuhan belajar masing-masing siswanya yang berbeda. Pertanyaan yang medasar di sini adalah Pa yang dapat dilakukan pendidik dalam praktek pembelajaran agar dapat membelajarkan siswa sesuai dengan kecerdasannya.

Kecerdasan Majemuk
            Menurut Howard Gardner (2003), kecerdasan manusia dapat dikelompokkan dalam delapan kategori sebagai berikut:
  1. Kecerdasan verbal/bahasa (verbal linguistic intelligence): merupakan kemampuan seorang dalam menggunakan kata-kata, baik secara lisan maupun tulisan, untuk  mengekspresikan ide-ide atau gagasan-gagasan yang dimilikinya.
  2. Kecerdasan logika/matematik (logical/mathematical intelligence): merupakan kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuan penggunaan bilangan dan logika secara efektif.
  3. Kecerdasan visual/ruang  (visual/spatial intelligence): adalah kemampuan untuk menangkap dunia ruang visual secara tepat atau  berhubungan dengan  kemampuan indera pandang dan berimajinasi
  4. Kecerdasan tubuh/gerak (body/ kinesthetic intelligence): merupakan kemampuan seseorang untuk secara aktif menggunakan bagian-bagian atau seluruh tubuhnya untuk berkomunikasi dan memecahkan masalah.
  5. Kecerdasan musikal/ritmik (musical/rhythmic intelligence): merupakan kemampuan untuk mengembangkan dan meng-ekspresikan, menikmati bentuk-bentuk musik dan suara, peka terhadap ritme, melodi dan intonasi, serta kemampuan memainkan alat musik, menyanyi, menciptakan lagu, menikmati lagu, dan nyayian.
  6. Kecerdasan interpersonal (interpersonal intelligence): berhubungan dengan kemampuan bekerja sama dan berkomunikasi baik verbal maupun non verbal. Mampu mengenali perbedaan perasaan, temperamen, maupun motivasi orang lain.
  7. Kecerdasan intrapersonal (intrapersonal intelligence): kemampuan pemahaman terhadap aspek internal, seperti perasaan, proses berpikir, refleksi diri, intuisi, dan spiritual. Identitas diri dan kemampuan transeden manusia.
  8. Kecerdasan naturalis (naturalistic intelligence) adalah kecerdasan yang terkait dengan kemampuan mengerti flora dan fauna dengan baik, dapat memahami dan menikmati alam dan menggunakannya secara produktif dalam bertani, berburu, dan mengembangkan pengetahuan akan alam.

Strategi Pembelajaran Menggunakan Teori Kecerdasan Majemuk (TKM)
            Dari Thomas Armstrong (www.thomasarmstrong.com) ada beberapa hal yang dapat diterapkan dalam pembelajaran berbasis teori kecerdasan majemuk, yaitu :
a.      Kecerdasan Linguistik, dapat dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk bercerita, mencatat, membuat jurnal tentang materi yang dipelajarinya, atau menerbitkan majalah dinding.
b.      Kecerdasan Matematik-logis, dapat diwujudkan dalam bentuk menghitung, membuat kategorisasi atau penggolongan, menganalisis masalah, membuat analogi, dan sebagainya.
c.       Kecerdasan ruang-visual, dapat diungkapkan dengan visualisasi materi, membuat peta pikiran dari materi, membuat sketsa, gambar, simbol grafik, dan sebagainya.
d.      Kecerdasan kinestetik-badani, dapat diungkapkan dengan bentuk ekspresi gerak dan badan. Seperti dramatisasi, teater, membuat hands-on activities tentang materi yang dipelajari sangat membantu dalam mengungkapkan kecerdasan kinestetik-badani.
e.      Kecerdasan musikal, dapat diungkapkan dengan memberikan kesempatan dan tugas kepada siswa untuk menyanyi, membuat lagu, atau mengungkapkan materi dalam bentuk suara.
f.        Kecerdasan interpersonal, dapat diekspresikan dalam bentuk kegiatan sharing, diskusi kelompok, kerjasama membuat proyek atau praktikum bersama, permainan bersama maupun membuat simulasi bersama.
g.      Kecerdasan intrapersonal, dapat dikembangkan dengan memberikan waktu sendiri kepada siswa untuk refleksi dan berpikir sejenak.
h.     Kecerdasan Lingkungan, dapat diungkapkan dengan mengajak siswa untuk melihat apakah topik yang dipelajari ada kaitannya dengan lingkungan hidup mereka, dengan alam tempat mereka hidup.

Evaluasi dalam Model Kecerdasan Majemuk
Evaluasi perlu disesuaikan dengan tujuan dan cara mengajar seorang pendidik. Bila dalam pembelajaran pendidik menggunakan kecerdasan ganda, maka evaluasinya pun perlu disesuaikan dengan kemampuan kecerdasan ganda. Evaluasi harus beraneka ragam, disesuaikan dengan pendekatan pembelajaran kecerdasan ganda yang juga beraneka ragam.
Beberapa bentuk evaluasi berikut, yang ditekankan oleh Armstrong (1994), sangat sesuai untuk mengevaluasi siswa, senada dengan pendekatan kecerdasan ganda:
·         Portofolio, yaitu laporan tugas-tugas siswa selama seluruh proses pembelajaran. Termasuk di dalamnya adalah laporan tertulis, hasil diskusi kelompok, tugas, gambar, laporan komputer, slide, atau video klip, bila pernah dibuat. Tugas-tugas informal yang pernah dikerjakan siswa, seperti catatan atau draf lagu, permainan, kerja kelompok kecil, perlu dikumpulkan juga.
·         Penilaian selama proses belajar perlu dikumpulkan. Pendidik perlu selalu memantau dan memberikan penilaian singkat kepada setiap siswa selama proses belajar; selama diskusi, selama mereka bermain sesuai materi, dan selama mereka aktif partisipasi dalam pembelajaran.
·         Soal tertulis yang diberikan kepada siswa perlu juga dirumuskan sesuai dengan kecerdasan ganda tersebut.
Alur Model Pembelajaran Kecerdasan Ganda
Dalam literatur-literatur yang ada, belum ditemukan alur model pembelajaran kecerdasan ganda. Penerapan kecerdasan ganda bersifat radial, bukan linear. Oleh karena itu, di bawah ini adalah suatu alur model yang penyusun buat sendiri:


Model ini diawali dengan proses Identifikasi. Dalam proses Identifikasi, fasilitator melakukan pengenalan terhadap kecerdasan yang dimiliki oleh setiap peserta pembelajaran. Hal ini diperlukan agar untuk tahapan selanjutnya, fasilitator dapat memilih pendekatan kecerdasan yang sesuai dengan yang dimiliki oleh si belajar.
            Tahapan berikutnya adalah pemilihan metode pembelajaran beserta persiapan pelaksanaan pembelajaran. Dalam melakukan pemilihan metode ini termasuk di dalamnya adalah pemilihan strategi pembelajaran, dapat berupa strategi pembelajaran dari Armstrong (1994) atau mengembangkannya sendiri.
            Tahap ketiga dari model pembelajaran kecerdasan ganda adalah pelaksanaan pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran ini meliputi empat langkah di bawah ini, yang diambil dari Armstrong (1994) yang dimodifikasi urutannya:
a.      Awakening intelligence (Activating the senses and turning on the brain). Membangun/memicu kecerdasan, yaitu upaya untuk mengaktifkan indera dan menghidupkan kerja otak.
b.      Teaching for/with intelligence (Structuring lessons for multiple intelligences). Mengajarkan dengan/untuk kecerdasan, yaitu upaya-upaya mengembangkan struktur pelajaran yang mengacu pada penggunaan kecerdasan ganda.
c.       Amplifying intelligence (Exercise & srengthening awakened capacities). Memperkuat kecerdasan, yaitu dengan cara memberi latihan dan memperkuat kemampuan membangunkan kecerdasan.
d.      Transferring intelligences (Multiple ways of knowing beyond the classroom). Mentransfer kecerdasan, yaitu usaha untuk memanfaatkan berbagai cara yang telah dilatihkan di kelas untuk memahami realitas di luar kelas atau pada lingkungan nyata.
Dan langkah terakhir adalah Evaluasi. Evaluasi yang dimaksud di sini meliputi keberhasilan pembelajaran (sejauh mana si belajar belajar) sesuai dengan kecerdasan-kecerdasan yang dikembangkan selama proses pembelajaran.
Alur ini bersifat siklik, artinya setelah Evaluasi proses pem-belajaran, fasilitator dapat kembali lagi pada tahapan Identifikasi untuk mengetahui apakah telah ada perubahan dominasi kecerdasan pada peserta pembelajaran. Karena melalui suatu penerapan strategi pembelajaran kecerdasan ganda dimungkinkan ada kecerdasan-kecerdasan yang tadinya lemah menjadi terkuatkan.

Daftar Pustaka
Gardner, Howard. 2003. Kecerdasan Majemuk, Teori Dalam Praktek. Batam: Interaksara

http://www.thomasarmstrong.com/

0 komentar:

Post a Comment