.

.

Pages

Sistem Kekerabatan Masyarakat Kerinci Jambi

     Masyarakat Kerinci merupakan penduduk asli suku Kerinci yang mendiami daerah Kerinci. Suku ini merupakan turunan dari Suku Melayu Tua yang telah menetap pada zaman Mezoleticum. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Kerinci dan memiliki tulisan kuno yang disebut dengan tulisan Incung/ Rencong.
     Daerah yang dikelilingi oleh perbukitan ini memiliki keindahan alam yang sangat indah , serta udara yang sejuk karena letaknya di dataran tinggi Sumatera. Penduduk di daerah ini sebagian besar adalah petani, berkebun dan bersawah. Maka oleh sebab itu, masyarakat Kerinci sebagian besar menggantungkan  hidupnya dengan alam. Alam merupakan bagian dari hidup mereka.
     Sebagian besar masyarakat Kerinci asli memiliki agama mayoritas Islam. Selain itu sebagian masyarakat Kerinci masih memiliki kepercayaan terhadap peninggalan nenek moyang yang telah diwarisi secara turun temurun.
     Masyarakat Kerinci memiliki garis keturunan yang diperhitungkan menurut garis Parental-Matriachat atau disebut juga sebagai Bilateral, yaitu garis keturunan menurut kedua orang tuanya. Anak menerima warisan harta pusaka dari delapan jurusan, antara lain: suku dua puyang empat, suku empat payung delapan.
      Suku dua adalah suku kedua orang tuanya. Suku empat adalah suku keempat nenek dan kakeknya, yaitu orang tua ibu dan ayahnya, yang jumlahnya berjumlah empat orang. Puyang empat adalah keempat orang nenek dan kakek, puyang delapan adalah kedua orang tua dari empat orang nenek dan kakek, yang masingmasing keempat kakek nenek itu memiliki dua orang tua, yaitu ayah dan ibunya, sehingga jumlah keseluruhannya adalah delapan orang.


0 komentar:

Post a Comment